Info makam ini diperoleh dari Mang Lili yang merupakan pengurus makam kuno Kramat Tanjung Sanyang Cawang. Makam ini masih berhubungan erat dengan makam makam kuno yang ada di pesisir Ciliwung terutama yang berada di wilayah Cawang Condet Cililitan dan Kalibata. Dahulu didaerah daerah tersebut merupakan salah satu benteng pertahanan kerajaan Pajajaran serta menjadi pusat penyiaran agama Islam para Wali yang datang dari beberapa daerah. Dari sini tidaklah mengherankan jika di kawasan Kalibata Cawang Condet dan sekitarnya banyak ditemukan jejak jejak sejarah berupa makam tua. Sayangnya beberapanya ada yang sudah hilang karena adanya pembangunan... Jika melihat bentuk makam dan batu-batu yang ada disampingnya terkesan sekali kalau makam ini cukup tua bila dibandingkan dengan yang ada di sekelilingnya... Menurut Mang Lili makam ini adalah milik Panglima Perang juga penyebar agama Islam yang tugasnya di daerah Pengadegan sekarang. Beliau bertugas untuk menjaga Tokoh yang makamnya ...
DEBU BATAS PALESTINA By : Thufail Al Ghifari Dimataku kulihat fakta, menyilat sejarah dari cinta dan amarah pelupur dari setiap air mata tanah Anbiya, membedah kepedihan para pujangga Allah(Allah) penjaga batas tanah syuhada, genggam ketapelmu hei Jundullah kekuatan kita akan gentarkan nyali arogansi heksagram hingga darah terakhir takkan terbungkam mereka yang menikam, provokasi batas aqidah dari manipulasi jahanam Jenin, grozny, Gaza hingga kecekung Kaspia merekam teritorial dihadapan batu para pejuang Ketika mereka membangkang, dari hati Musa yang terbayar duka tebusi batas kebohongan warisan Samir hingga sadarku menembus batas stagnasi dunia fitnah yang tertuduh, dari seribu penimbun peluru merangkai tanpa malu untuk rudal yang sentuh tubuh Syaik Ahmad Yasinku dan air mata keluarga Rantisi, bagi kepedihan seluruh umat Islam di dunia ini di mataku kulihat kau tersenyum sambil membunuh saudara kecilku yang sisakan jasad beku 40 jam berlalu untuk 3.297 juta nyawa syahid di Sabra ...
Pada suatu hari, serombongan fakir miskin dari sahabat Muhajirin datang mengeluh kepada Rasulullah SAW, “Ya Rasulullah, orang-orang kaya telah memborong semua pahala hingga tingkatan yang paling tinggi sekalipun.” Nabi SAW bertanya, “Mengapa engkau berkata demikian?” Lalu, meraka pun berujar, “Mereka shalat sebagaimana kami shalat, mereka puasa sebagaimana kami puasa, tapi giliran saat mereka bersedekah, kami tidak kuasa melakukan amalan seperti mereka. Mereka memerdekakan budak sahaya sedangkan kami tidak memiliki kemampuan melakukan itu.” Setelah mendengar keluhan orang fakir tadi, Rasulullah SAW tersenyum lantas berusaha menghibur sang fakir dengan sebuah hadis motivasi. Dengan sabdanya, Rasulullah SAW berusaha membesarkan hati mereka. “Wahai sahabatku, sukakah aku ajarkan kepadamu amal perbuatan yang dapat mengejar mereka dan tidak seorang pun yang lebih utama dari kamu kecuali yang berbuat seperti perbuatanmu?” Dengan sangat antusias, mereka pun menjawab, “Baiklah, ya Rasulullah.”...
Komentar
Posting Komentar